Buton,Penaaktual.id – Kerusakan jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Pasarwajo dan Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, kembali menuai keluhan masyarakat. Ruas jalan yang berada di wilayah Desa Kondowa, Kecamatan Pasarwajo itu kini mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pantauan di lapangan (19/05/2026) menunjukkan sejumlah titik jalan dipenuhi lubang, aspal terkelupas, hingga genangan air saat hujan turun. Kondisi tersebut memaksa pengendara, khususnya sepeda motor, harus ekstra hati-hati ketika melintas agar tidak terjatuh maupun mengalami kerusakan kendaraan.
Jalan poros Pasarwajo–Wabula diketahui merupakan salah satu akses vital masyarakat. Jalur tersebut setiap hari digunakan warga untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, pertanian, hingga urusan pemerintahan. Namun hingga kini, kerusakan jalan dinilai belum mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikanmengaku kondisi jalan semakin memburuk saat musim penghujan karena lubang jalan tertutup genangan air.
“Kalau musim hujan begini, masyarakat banyak mengeluh. Jalan berubah seperti kubangan, kendaraan susah lewat, dan sering ada pengendara hampir jatuh,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Buton segera mengambil langkah nyata sebelum terjadi kecelakaan yang menelan korban.
“Jangan tunggu ada korban dulu baru mau diperbaiki. Jalan ini setiap hari dilewati masyarakat, anak sekolah, dan pengendara lainnya,” tambahnya.
Masyarakat juga menyoroti minimnya penanganan permanen terhadap ruas jalan tersebut. Menurut warga, perbaikan yang pernah dilakukan sebelumnya hanya berupa tambal sulam dan tidak bertahan lama.
“Pernah ditambal, tapi tidak lama rusak lagi. Seperti kain robek yang terus ditambal,” ungkap warga lainnya.
Kondisi ini dinilai ironis mengingat Kabupaten Buton selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil aspal terbesar di dunia. Namun di tengah besarnya potensi sumber daya aspal yang dimiliki, masyarakat justru masih harus menghadapi jalan rusak yang dikeluhkan selama bertahun-tahun.
“Daerah kita dikenal penghasil aspal terbesar, tapi masyarakat masih menikmati jalan seperti kubangan. Jangan sampai aspal Buton hanya jadi kebanggaan dalam pidato, sementara rakyat tetap dipaksa bersabar di jalan rusak,” kata seorang warga dengan nada kecewa.
Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus membahas potensi daerah di forum-forum resmi, tetapi juga hadir melihat langsung kondisi infrastruktur yang dirasakan masyarakat setiap hari.
Bagi masyarakat, pembangunan bukan sekadar slogan, melainkan tersedianya akses jalan yang aman, nyaman, dan layak digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.(Adm/Jaka).
