Buton, Penaaktual.id – Penanganan dugaan kekerasan terhadap seorang siswi kelas IX SMPN 6 Buton, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, menjadi sorotan setelah terungkap bahwa guru yang disebut korban sebagai pihak yang melakukan penamparan merupakan istri Kepala SMPN 6 Buton, Asraji.
Ibu Guru berinisial M, membantah tuduhan tersebut.
Fakta hubungan antara kepala sekolah dan guru yang dipersoalkan menjadi salah satu aspek yang perlu dicermati dalam melihat bagaimana sekolah menangani perkara tersebut.
Namun, fakta hubungan tersebut dengan sendirinya belum membuktikan adanya keberpihakan atau intervensi dalam penanganan kasus.
Setelah dugaan kejadian pada 8 September 2026, pihak sekolah disebut mengutus wali kelas dan guru BK ke rumah B.
Menurut keluarga Bunga kepada penaaktu,id, Selasa (15/9/2026), pihak sekolah saat itu menjelaskan bahwa Bunga tidak mendapat perlakuan fisik. Guru disebut hanya menyentuh atau memukul ujung jilbab Bunga.
Penjelasan tersebut kemudian berbeda dengan informasi yang diterima ibu Bunga dari sejumlah guru dan siswa lain yang mengaku mengetahui kejadian.
Perbedaan informasi tersebut akhirnya membuat keluarga mempertanyakan penanganan perkara oleh pihak sekolah.
Dalam keterangannya, ibu guru M menyatakan dirinya tidak pernah menampar Bunga.
M mengatakan Bunga berada di dalam musala ketika siswa lain sedang melaksanakan salat. Menurut M, Bunga tidak ikut salat dan disebut tertawa.
M kemudian mengaku memerintahkan Bunga keluar dari musala hingga beberapa kali.
Setelah Bunga keluar, M mengaku menanyakan mengapa Bunga masuk ke dalam musala.
M menegaskan hanya menyentuh ujung jilbab Bunga, bukan menampar.
“Saya tidak memukul,” ujarnya.
Menurut M, kondisi mata Bunga yang merah disebabkan karena B sudah menangis dan mungkin takut ketika dipanggil.
Kasus ini kini mempertemukan sejumlah keterangan yang berbeda.
Korban mengaku mendapat tamparan. Guru yang dituduh membantah. Seorang guru lain yang mengaku menyaksikan pertemuan di ruang kepala sekolah memberikan keterangan berbeda mengenai apa yang terjadi dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, kepala sekolah menyatakan persoalan telah selesai.((Adm/Jaka).












