Buton,Penaaktual.id – Dugaan kekerasan terhadap seorang siswi kelas IX SMPN 6 Buton, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, mencuat. Siswi berinisial Bunga (nama samaran) mengaku mendapat tamparan dari seorang guru Seni Budaya berinisial M, saat kegiatan salat Zuhur berjamaah di masjid sekolah, Selasa, 8 September 2026.
Keterangan tersebut disampaikan Bunga dengan didampingi orang tuanya. Menurut Bunga, kejadian bermula ketika siswa kelas IX mendapat giliran melaksanakan salat Zuhur berjamaah,” katanya, Senin (14/9/2026).
Saat itu, Bunga mengaku sedang berhalangan sehingga tidak ikut melaksanakan salat. Namun, salah seorang guru mengarahkannya masuk ke dalam masjid.
Bunga kemudian duduk di saf paling belakang bersama seorang siswi lain yang juga sedang berhalangan.
Saat siswa lainnya melaksanakan salat, Bunga mengaku sempat mengikuti gerakan sujud karena terlambat bangun. Kondisi tersebut kemudian diperhatikan M yang saat itu bertugas mengawasi siswa.
Menurut Bunga, M kemudian memanggilnya dan menampar pipinya satu kali.
“Kamu ini sudah tipu-tipu saya,” ujar Bunga menirukan ucapan M.
Bunga mengaku hendak memberikan penjelasan, tetapi tidak diberi kesempatan oleh ibu guru M.
Menurut Bunga, kejadian tersebut disaksikan sejumlah siswa. Ia mengaku merasa sakit dan langsung menangis.
Sepulang sekolah, Bunga tidak langsung menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya. Menurut keluarga, Bunga memilih diam karena takut dan tidak ingin menyusahkan orang tuanya.
Sang ibu mengaku melihat perubahan pada kondisi wajah anaknya yang tampak kusut dan kemerahan. Namun, ia awalnya mengira Bunga mengalami masalah dengan kakaknya.
Rabu (9/9/2026), pihak sekolah kemudian mendatangi rumah Bunga.
Menurut keterangan keluarga, wali kelas dan guru BK datang untuk menjelaskan bahwa Bunga disebut tidak mengalami perlakuan fisik. Pihak sekolah disebut menyampaikan bahwa guru hanya menyapu atau memukul ujung jilbab Bunga.
Namun, setelah memperoleh informasi dari sejumlah guru yang enggan disebutkan namanya serta siswa lain yang mengaku mengetahui kejadian tersebut, ibu Bunga kemudian mengetahui adanya dugaan penamparan.
“Saya tidak terima kalau anak saya ditempeleng. Kenapa hanya anak saya yang dibegitukan? Apa yang ribut cuma dia?” ujar ibu Bunga kepada PenaAktual.id.
Ia menyatakan persoalan tersebut akan dibawa kepada pihak berwenang.
Sementara itu, M membantah melakukan penamparan terhadap siswanya.
Menurut keterangannya, saat berada di musala Bunga masuk atas arahan guru lain. Namun, Bunga disebut tidak melaksanakan salat, tidak menggunakan telekung, dan tertawa ketika siswa lain sedang salat.
M mengaku telah meminta Bunga keluar dari mushola hingga tiga atau empat kali.
Ia menegaskan tidak pernah memukul Bunga.
“Saya bukan memukul. Kalau memukul akan ada bekas atau apa. Saya hanya mengusap ujung jilbabnya. Merah matanya itu karena Bunga sudah menangis, mungkin karena takut saya panggil. Saya tidak memukul,” ujarnya.(Adm/Jaka).












