Proyek Jalan Tanpa Pengaman, Dua Pengendara Celaka di Ruas Kamaru–Pasarwajo

Akibat kejadian itu, Firsa mengalami luka di bagian kepala dan harus mendapatkan jahitan, serta luka lecet di tangan, kaki, dan badan. Sementara Syifa mengalami luka pada bagian siku dan telapak tangan.

Buton, Penaaktual. Id – Proyek tambal sulam jalan (patching) di ruas poros Kamaru–Pasarwajo, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, menjadi sorotan warga setelah diduga minim pengamanan dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang menimpa dua pengendara sepeda motor.

Insiden tersebut terjadi pada Kamis malam, 23 April 2026, sekitar pukul 20.30 WITA. Dua korban bernama Firsa dan Syifa dilaporkan terjatuh saat melintas menuju arah Lasembangi. Keduanya disebut hendak membeli makanan di kawasan tersebut.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, kecelakaan diduga terjadi setelah sepeda motor yang dikendarai korban menabrak gundukan material aspal yang berada di bekas galian jalan. Material tersebut disebut berada di badan jalan tanpa rambu atau penanda yang terlihat jelas pada malam hari.

“Korban jatuh setelah menabrak gundukan aspal di lokasi pekerjaan jalan,” ujar salah seorang saksi mata.

Akibat kejadian itu, Firsa mengalami luka di bagian kepala dan harus mendapatkan jahitan, serta luka lecet di tangan, kaki, dan badan. Sementara Syifa mengalami luka pada bagian siku dan telapak tangan.

Warga sekitar yang berada di lokasi kemudian memberikan pertolongan dan membawa kedua korban ke Puskesmas Kamaru untuk mendapatkan penanganan medis.

Sejumlah warga mengaku telah lama mengkhawatirkan kondisi proyek jalan tersebut. Bekas kupasan aspal disebut dibiarkan terbuka dan memanjang di jalur utama kendaraan tanpa penanganan lanjutan selama beberapa hari.

Pantauan warga di lokasi menyebutkan, terdapat sejumlah bekas kupasan aspal yang dibiarkan terbuka dan memanjang di jalur utama kendaraan. Lubang-lubang bekas pengerjaan disebut belum ditutup kembali dengan material baru, meski proses pengupasan telah berlangsung beberapa hari sebelumnya.

Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengendara, terutama pada malam hari saat jarak pandang terbatas.

Saat dikonfirmasi, pihak yang disebut sebagai penanggung jawab lapangan belum memberikan tanggapan resmi. Namun salah seorang pekerja bernama Miko menyatakan bahwa rambu atau penanda telah dipasang di area pekerjaan.

Ia juga menyebut dirinya hanya pekerja harian sehingga tidak memiliki kewenangan memberikan keterangan lebih jauh mengenai penanggung jawab proyek.

Di sisi lain, saksi mata menyampaikan bahwa penanda tambahan baru dipasang setelah kecelakaan terjadi. Menurut mereka, saat proses evakuasi korban berlangsung, kendaraan operasional proyek datang ke lokasi dan memasang beberapa papan peringatan.

Peristiwa ini memicu harapan dari keluarga korban agar pelaksana proyek memberikan tanggung jawab atas dampak yang timbul. Warga juga meminta pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap pekerjaan jalan, terutama terkait penerapan standar keselamatan.

Masyarakat menilai proyek perbaikan infrastruktur seharusnya meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan, bukan justru menimbulkan risiko kecelakaan.

Karena itu, warga berharap instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut, termasuk menelusuri apakah prosedur keselamatan telah dijalankan sesuai ketentuan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun instansi terkait mengenai kecelakaan tersebut.(Adm/Jaka). 

Bagikan Postingan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *