Pj. Bupati Buton Launching Proper “Asyik School dan Atasan Jaka”

Foto bersama Pj. Bupati Buton La Haruna bersama Sekda Buton Asnawi Djamaluddin usai launching proper Kadis Kesehatan Syafaruddin dan Kadis Perhubungan Ramli Adia. Peserta Diklat PIM TK II Diklat PIM II Angkatan XXXV BPSDM Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2024.

Buton, Penaaktual.id – Penjabat (Pj) Bupati Buton, La Haruna resmi launching Proyek Perubahan (Proper) Aksi Strategis Pelayanan Integrasi Kesehatan Sekolah (Asyik School) milik Kadis Kesehatan Syafarudin. Sementara Proper Akuntabilitas Pengawasan Pelayanan Jasa Kepelabuhanan (Atasan Jaka) digagas oleh Kadis Perhubungan Ramli Adia.

Kedua Proper tersebut dilaunching di Aula Kantor Bupati Buton Kompleks Perkantoran Takawa Pasarwajo, Rabu, 4 Desember 2024.

Orang nomor wahid di Buton itu mengapresiasi proper yang diluncurkan oleh dua kepala OPD yang saat ini sedang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional TK II Angkatan XXXV BPSDM Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2024.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Buton La Haruna menegaskan agar selalu berhati-hati dan jangan main-main dengan proyek pembangunan, apalagi jika jelas-jelas proyek pembangunan tersebut bersentuhan langsung dengan kebutuhan vital masyarakat.

Peserta lanching Proper Aksi Strategis Pelayanan Integrasi Kesehatan Sekolah (Asyik School) dan Akuntabilitas Pengawasan Pelayanan Jasa Kepelabuhanan (Atasan Jaka) di Aula Kantor Bupati Buton.

“Semoga dengan Diklat PIM ini bisa mengedepankan kolaborasi dengan stakeholder terkait,” harapnya.

La Haruna mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk mencapai inovasi target kerja dalam organisasi dipimpinnnya, dalam rangka pelayanan kepada masyarakat khususnya dalam pelayanan bidang kesehatan dan bidang perhubungan baik darat maupun laut.

Dirinya, mengapresiasi aksi perubahan yang telah dibuat oleh Kadis Kesehatan dan Kadis Perhubungan, karena jika kemudian apa yang digagas dalam proper ini bisa terimplementasikan dengan baik, maka target pendapatan asli daerah (PAD) dapat tercapai sesuai dengan harapkan.

“Besar harapan saya bahwa laporan implementasi aksi perubahan yang disusun oleh Kadis Kesehatan dan Kadis Perhubungan ini, dapat menjadi jawaban bahkan solusi yang efektif dan efisien yang akan menyelesaikan permasalahan ketidak terpaduan pembangunan pada beberapa sektor,” tutupnya.(Adm/Jaka).

 

Bagikan Postingan
Exit mobile version