Buton, Penaaktual.id – Viralnya video di media sosial tentang perkelahian yang melibatkan bocah sekolah dasar (SD) di SDN 32 Buton, Kecamatan Lasalimu mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Kejadian tersebut memantik prihatin salah satu anggota DPRD Kabupaten Buton, Rudin, S.Sos.
Ihwal hal tersebut, Rudin, politisi partai Demokrat mengunjungi sekolah tempat kejadian sekaligus memberikan santunan kepada korban.
Pantuan awak media ini, dalam kunjungannya Rudin di sambut langsung oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 32 Buton La.Boy . S.Pd dan seluruh dewan guru SDN 32 Buton, Kamis 12 Juni 2025.
Legislator putra terbaik Kecamatan Lasalimu ini sangat menyayangkan terjadinya aksi perkelahian bocah yang terjadi di lingkungan pendidikan. Ia berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi terjadi baik dalam lingkungan sekolah atau luar sekolah.
“Kejadian ini patut menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Buton dan sekolah terkait, dan tentunya tanggungjawab dari sekolah dan guru untuk selalu mengingatkan anak didiknya agar tidak terlibat perkelahian seperti di video ini, sebab akan merugikan peserta didik maupun nama baik sekolah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rudin juga meminta agar para guru dan sekolah bisa memantau dan mengawasi tingkah laku anak didiknya, tidak hanya didalam tapi juga diluar sekolah dengan melibatkan peran orangtua dan pihak lain.
Kata dia, tujuan utama dalam kunjungan kerjanya di SDN 32 Buton adalah untuk memastikan proses mediasi yang telah dilakukan oleh pihak sekolah sekaligus mengajak dewan guru untuk berkunjung kerumah korban untuk memberikan santunan kepada korban guna.
“Saya harap agar lingkungan sekolah sebagai tempat yang ramah kepada anak didiknya dan menjadi tempat untuk membentuk mental dan moral peserta didik sehingga menjadi siswa yang berprestasi.
Legislator daerah pemilihan (Dapil) II Kecamatan Lasalimu-Kapontori ini minta agar kasus perkelahian pelajar tersebut menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Kabupaten Buton. Sebab, menyangkut masalah dunia pendidikan.
Disamping itu, Rudin menyebut peran orang tua sangat penting dalam mengontrol dan mengawasi aktivitas pergaulan anak diluar lingkungan sekolah.
“Orang tua harus terus memantau dan memonitor aktivitas anak-anaknya. Terutama pergaulan anak harus berada dalam pengawasan orang tua. Ini sangat penting untuk memastikan anak selalu berada dilingkungan yang aman dan positif,” ujarnya.
Kedepan, dia berharap kasus serupa tidak terulang lagi. Sebab, kejadian tersebut menimbulkan dampak kurang baik terhadap anak maupun dunia pendidikan di daerah itu sendiri. Ia berharap tidak ada lagi kasus-kasus perkelahian peserta didik apalagi ditempat umum hingga menjadi viral di masyarakat.
Rudin juga mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga dan mengawasi anak-anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik.
“Dalam konteks ini, agar penanganan dilakukan dengan pendekatan yang mengedepankan pembinaan, rehabilitasi, dan mediasi, sebagaimana diatur dalam UU Perlindungan Anak serta Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA). Anak yang melakukan kekerasan harus diberikan konsekuensi, tetapi tetap dalam kerangka pembelajaran, bukan penghukuman semata,” pungkasnya.(Adm/Jaka).
