Desa Barangka Bangkitkan Warisan Leluhur Lewat Festival Transportasi Tradisional

Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton dijadwalkan berlangsung pada 18–19 April 2026.

Buton,Penaaktual.id – Upaya pelestarian budaya lokal kembali diperkuat. Pemerintah Desa Barangka, Kabupaten Buton, resmi membentuk panitia Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton sebagai langkah strategis menghidupkan kembali warisan leluhur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.

Pembentukan panitia tersebut dilakukan melalui rapat bersama yang digelar di balai desa dan dihadiri oleh kepala desa, perangkat desa, tokoh adat, Babinsa, serta masyarakat, Minggu, 12 April 2026.

Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan adanya komitmen kolektif untuk menjadikan festival sebagai agenda budaya yang berdampak luas.

Kepala Desa Barangka, Ir. Suharman, S.T., menyampaikan bahwa festival ini dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi generasi muda. Menurutnya, transportasi tradisional merupakan bagian penting dari identitas masyarakat pesisir Buton yang harus dijaga keberlangsungannya.

“Melalui festival ini, kita ingin mengingatkan kembali generasi muda bahwa transportasi tradisional bukan sekadar alat, tetapi bagian dari sejarah dan jati diri masyarakat kita,” ujarnya.

Tokoh adat setempat turut memberikan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Mereka menilai keberadaan transportasi tradisional, khususnya perahu khas daerah, memiliki nilai historis, sosial, dan filosofis yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Buton sejak dahulu.

Dalam rapat tersebut juga disepakati struktur kepanitiaan yang melibatkan unsur pemerintah desa, pemuda, serta perwakilan masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan memastikan kesiapan teknis pelaksanaan kegiatan.

Babinsa Desa Barangka, Sertu Suharman, menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung pengamanan festival. Ia memastikan kegiatan akan berlangsung aman, tertib, dan kondusif dengan dukungan penuh dari aparat dan masyarakat.

Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton dijadwalkan berlangsung pada 18–19 April 2026. Selain menampilkan berbagai jenis transportasi tradisional, kegiatan ini juga akan diramaikan oleh pelaku UMKM lokal yang menyajikan kuliner khas Desa Barangka.

Kehadiran UMKM menjadi salah satu daya tarik utama, sekaligus diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperluas peluang ekonomi berbasis desa.
Dari sisi pendanaan, festival ini mendapat dukungan dari Dana Indonesiana, LPDP, serta Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Dukungan tersebut menjadi indikasi kuat bahwa pelestarian budaya lokal menjadi perhatian serius dalam pembangunan nasional.
Ketua Koordinator Kegiatan, Dian Budiman, mengapresiasi keterlibatan semua pihak dalam proses persiapan.

Ia menegaskan bahwa festival ini merupakan hasil kerja bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk menghidupkan kembali budaya transportasi tradisional sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga berharap festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan dan mampu menarik kunjungan wisatawan ke Desa Barangka.

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi dalam rapat pembentukan panitia. Warga berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu memperkuat sektor pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan persiapan yang matang dan dukungan berbagai pihak, Desa Barangka optimistis Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton akan menjadi ikon baru pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi lokal di wilayah tersebut.(Jaka). 

Bagikan Postingan
Exit mobile version