Peringatan Malam Lailatul Qadar 1446 H di Kelurahan Kamaru

Camat Lasalimu Dr. Laode Zahaba, S.HI., M.Si berikatan sambutan pada malam peringatan Nuzulul Qur'an.

Buton, Penaaktual.id – Masyarakat kelurahan Kamaru peringati malam Nuzul Quran atau Lailatul Qadar. Salah satu momen yang paling dinantikan selama bulan suci Ramadhan. Malam istimewa ini disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, sehingga seluruh umat Islam berharap mendapat berkah dan ampunan dari Allah Swt.

Lailatul Qadar terjadi pada 10 malam terakhir bulan Ramadan dan diyakini penuh dengan kemuliaan. Pada malam ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, seperti salat, zikir, dan doa, agar memperoleh rahmat dan keberkahan yang berlimpah.

Tak heran jika banyak orang berusaha meraih keutamaan Lailatul Qadar dengan meningkatkan ibadah. Malam istimewa ini diyakini sebagai momen penentuan, sesuai dengan makna kata “al-qadar” yang merujuk pada takdir manusia, termasuk rezeki, umur, dan ketetapan lainnya.

Pada malam itu warga Kamaru, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton peringati malam Lailatul Qadar dengan pelbagai kegiatan seperti tausiah agama yang dibawakan oleh ustadz Abdul Muhaimin Aumi, pembacaan ayat suci Al Qur’an surah Al Mulk dan do’a bersama memohon keselamatan dan kesehatan serta keamanan seluruh masyarakat kelurahan Kamaru dan bangsa, di masjid Ar Rahman, Senin 17 Maret 2025.

Camat Lasalimu Dr . Laode Zahaba S.Hi . M.si berterima kasih kepada panitia masjid Ar Rahman yang berinisiatif melaksanakan kegiatan Nuzul Quran. Keberkahan Al quran menjad pedoman hidup kita yang dapat merubah tingkat keimanan dan ketakwaan kita dan merubah mindset dalam kehidupan kita.

“Terima kasih pada ibu-ibu majelis Ta’lim yang begitu aktif dalam kegiatan ini. Kita harus perbanyak membaca Al Qur’an dan meningkatkan ibadah di bulan Suci Ramadhan ini.” ungkapnya.

Laode Zahaba menyampaikan berdasarkan hasil rapat bersama dengan pemda Buton. Ia menghimbau agar masyarakat membayar zakat sesuai ketentuan yg telah ditetapkan. Ia pun juga menyoroti jumlah jamaah yang semakin merosot untuk melaksanakan ibadah di masjid. Sementara bulan Suci Ramadhan tinggal beberapa hari lagi akan meninggalkan kita,” tuturnya.

Pada kesempatan itu ustadz Abdul Muhaimin Aumi menyampaikan hikmah malam peringatan Nuzul Qur’an. Baginda Nabi Muhammad SAW selalu beritikaf di gua Hira. Ketika Rasulullah SAW sedang berkhalwat di Gua Hira, tepat pada malam 17 Ramadhan, tiba-tiba Jibril datang membawa wahyu. Jibril memeluk dan melepaskan Rasulullah SAW. Hal ini diulanginya sebanyak 3 kali.

Setiap Jibril memeluk, maka Jibril mengatakan, “Iqra’”, yang artinya “bacalah!”. Namun, Nabi SAW menjawab, “ma ana bi qaari’, artinya “aku tidak dapat membaca”.

Setelah diperintah malaikat Jibril sebanyak tiga kali demikian, Nabi kemudian berucap: “Apa yang harus saya baca?”. Lalu malaikat Jibril menyampaikan lima ayat yang tertuang dalam Surah Al-Alaq ayat 1-5.

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ .خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ .اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ.الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ.عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Peristiwa ini terjadi pada malam ke 17 bulan Ramadan 610 M dan pada malam tersebut sejarah mencatat wahyu pertama kali turun. Oleh sebab itu, hingga kini pada malam 17 pada bulan Ramadan setiap tahunnya selalu diperingati sebagai malam Nuzulul Qur’an.

Kejadian ini tidak hanya memperingati kehadiran wahyu Allah. Nuzulul Quran juga mengingatkan umat akan keutamaan bulan suci Ramadhan sebagai waktu yang dipilih Allah SWT untuk memberikan petunjuk kepada umat manusia.(Adm/Jaka/Zydant).

Bagikan Postingan
Exit mobile version