Arif Afandi Kembangkan Kebun 3 Hektare di Buton, Dorong Pertanian Jadi Sumber Lapangan Kerja

Arif Afandi menilai sektor pertanian memiliki peluang besar dalam menciptakan lapangan kerja.

Buton, Penaaktual.id – Potensi sektor pertanian di Kabupaten Buton terus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Arif Afandi, warga Desa Dongkala, Kecamatan Pasarwajo, yang mengembangkan lahan perkebunan seluas sekitar tiga hektare di Desa Koholimombono, Kecamatan Wabula, sebagai kawasan pertanian produktif.

Di lahan tersebut, Arif mengembangkan berbagai komoditas pertanian, mulai dari tanaman rempah seperti jahe, kunyit, dan kencur hingga komoditas hortikultura dan perkebunan lainnya.

Beberapa tanaman yang dibudidayakan antara lain kelapa entok, jambu biji merah, durian Black Thorn (Blekton), pepaya California, pepaya Thailand, cabai rawit, serta alpukat.

Arif menerapkan konsep pertanian terpadu dengan memanfaatkan lahan secara maksimal melalui pengembangan berbagai jenis tanaman. Menurutnya, pola tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis komoditas.

Selain berorientasi pada produksi pertanian, pengelolaan kebun tersebut juga melibatkan masyarakat sekitar. Sejumlah ibu-ibu dipekerjakan dalam proses penanaman hingga perawatan tanaman dengan sistem upah harian.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian yang bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar,” kata Arif.

Masyarakat sedang menanam komoditas rempah seperti jahe, kunyit, dan kencur.

Arif mengatakan, sejumlah komoditas rempah seperti jahe, kunyit, dan kencur yang dikembangkan di lahan tersebut telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Surabaya, Jawa Timur.

Arif mengaku konsep pengembangan pertanian berbasis pemberdayaan masyarakat tersebut sebelumnya pernah diterapkan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur,” kata Arif, Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, pola tersebut mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat karena melibatkan warga dalam proses produksi hingga pengelolaan hasil pertanian.
“Program seperti ini pernah saya jalankan di Pacitan dan hasilnya cukup berhasil. Saya yakin konsep serupa bisa diterapkan di Buton dengan dukungan pemerintah dan keterlibatan masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Buton melalui Dinas Pertanian dapat mendorong program pengembangan pertanian berbasis potensi wilayah, termasuk melalui penyediaan bibit unggul, pendampingan, sarana produksi, hingga akses pemasaran.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peluang besar dalam menciptakan lapangan kerja karena mampu menyerap tenaga kerja mulai dari pengolahan lahan, budidaya, hingga pemasaran hasil produksi.(Adm/Jaka). 

 

Bagikan Postingan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *