Buton, Penaaktual.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rare Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Lasalimu gelar lokakarya penentuan 5 zona perairan laut terlarang di wilayah setempat.
Lokakarya finalisasi penentuan ruang lingkup Kawasan Larang Ambil (KLA) dan Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) yang disponsori oleh Walton Family Foundation (yayasan keluarga Walton) di gelar di Halaman Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) Kelurahan Kamaru, Rabu, 8 Oktober 2025.
Setelah di sepakati bersama antara ForkopimCa, Lurah Kamaru ,para Kades se Kecamatan Lasalimu dan seluruh stackholder maka di sepakati dan di tanda tangani kawasan PAAP dan KLA. Adapun 5 kawasan yang dilarang itu adalah KLA Nambokidi, KLA Pasiogena dan pasikalambe, KLA Matana mawi, KLA Tanjung Loso, KLA Kalibunandoke.
Camat Lasalimu Dr. Laode .Zahaba. S.Hi. M.Si mengatakan sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan Rare Indonesia mengedukasi masyarakat dan sadar akan keberlangsungan biota laut. Dalam hal pemanfaatan sumber daya alam dan menghindari penggunaan zat berbahaya saat menangkap ikan.
Senada hal tersebut, Danramil 1413-10 Lasalimu melalui Serda La Ode Sahidi menegaskan TNI selalu siap mendukung kegiatan yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat.
Di tempat yang sama Kapolsek Lasalimu, Inpektur Polisi Dua (Ipda) Munawar, S.H. menyatakan dukungan penuh membantu Rare Indonesia dan masyarakat setempat untuk menjaga wilayah KLA dan PAAP di Kecamatan Lasalimu. Polsek Lasalimu siap bersinergi untuk menjaga wilayah pesisir laut demi lestarinya ekosistem laut.
“Kalau masyarakat menemukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang gunakan bom dan bahan berbahaya saat menangkap ikan segera lapor ke Polsek atau Pos Polisi terdekat untuk dilakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Hari Kushardanto vice president Rare Indonesia menambahkan tujuan penentuan area KLA dan PAAP adalah untuk membantu masyarakat membuat suatu kawasan agar terlindungi demi menjaga keberlanjutan ekosistem dan sumber daya ikan. Pasalnya, ada oknum yang melakukan penangkapan ikan menggunakan bom dan racun akibatnya merusak ekosistem laut.
Kata dia, Rare Indonesia bakal membangun kesadaran masyarakat menjaga ekosistem laut juga mengedukasi masyarakat tentang KLA serta memfasilitasi nelayan membangun koperasi simpan pinjam.
Selain itu, Rare Indonesia sebagai lembaga yang bergerak di bidang konservasi global yang berfokus pada perubahan perilaku dan pemberdayaan untuk melindungi keanekaragaman hayati dan sumber daya laut fokus pada empat hal utama yaitu :
1. Perubahan perilaku : menggunakan pendekatan pemasaran sosial untuk menginapirasi dan mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
2. Pemberdayaan masyarakat : mendukung dan memberdayakan masyarakat pesisir dan nelayan untuk menjadi pengelola sumber daya laut mereka.
3. Konservasi laut : memulihkan habitat penting seperti terumbu karang,hutan bakau dan padang lamun untuk melimdungi keaneka ragaman laut.
4. Solusi berkelanjutan : mengembangkan solusi inovatif dan partisipatif untuk mengatasi penangkapan ikan berlebihan dan memastikan mata pencaharian nelayan tetap lestari.
“Rare Indonesia bekerja sama dgn komunitas nelayan melalui program Fish Forever. Kedepan akan ada petugas pengawas terlatih yg akan siap menjaga kawasan di Kecamatan Lasalimu,” pungkasnya. (Adm/Jaka).












