Buton, Penaaktual.id – Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa mengatakan materi bukanlah ukuran kemuliaan manusia. Kaya dan Miskin adalah ujian dalam kehidupan manusia.
Hal tersebut diungkapkan saat menjadi khatib di hari raya Idul Fitri 1446 H/2025 Masehi di Masjid Ar-Rahman Kelurahan Kamaru.
Dalam Al-Qur’an (Surah Al-Fajr : 18-19) Allah menekankan bahwa kemuliaan manusia tidak diukur oleh kekayaan, status sosial, atau keturunan, melainkan oleh ketakwaan, ilmu, dan akhlak yang baik. Semakin seseorang bertakwa, berilmu, dan rendah hati, semakin tinggi derajatnya di sisi Allah,” jelasnya.
Syarifudin menyampaikan kaya dan miskin adalah ketetapan dari Allah yang harus disikapi dengan bijak, menurut kacamata Islam. Ketahuilah bahwasanya kemiskinan dan kekayaan hanyalah ujian. Kaya atau miskin bukan urusan mulia atau hina. Kekayaan bisa berarti siksaan, sedangkan kemiskinan bisa jadi karunia.
Kata dia, andai materi menjadi tolak ukur kemuliaan manusia maka firaun adalah orang yang paling mulia. Kemuliaan di mata ALLAH di ukur dr bagaimana kita memelihara habluminaullah dan habluminannas.
Pantauan awak media ini, Wakil Bupati Buton Sarifudin Saafa melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H bersama masyarakat Kelurahan Kamaru. Sebelum melaksanakan shalat Ied wakil Bupati Buton memimpin takbir di masjid Ar Rahman, Senin 31 Maret 2025.
Setelah selesai melaksanakan shalat id Wakil Bupati Buton langsung menuju Pasar Wajo untuk bertemu Bupati Buton di rujab Bupati Buton.
Usai bertemu Bupati Buton,,Wakil Bupati kembali ke kediaman di desa Labundo-bundo untuk melaksanakan Open House.(Adm/Jaka).












