Buton,Penaaktual.id – Pemerintah Kabupaten Buton melalui Dinas Perdagangan mulai menempatkan para pedagang Pasar Kaloko ke lapak sementara pasca kebakaran yang melanda pasar tersebut. Penempatan lapak ditandai dengan kegiatan pencabutan lot yang digelar di Pasar Kaloko, Kelurahan Takimpo, Kecamatan Pasarwajo, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan pencabutan lot secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buton, La Ode Syamsudin, S.Pd., M.Si, mewakili Bupati Buton. Prosesi diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin tokoh agama setempat sekaligus Imam Desa Takimpo.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Buton, Asruddin, S.Sos., M.Si, dalam laporannya menjelaskan bahwa sebanyak 56 lapak telah disiapkan untuk pedagang pasar sementara. Lapak tersebut dibagi ke dalam tiga segmen berdasarkan jenis komoditas yang diperdagangkan.
“Segmen pertama sebanyak 20 lapak diperuntukkan bagi pedagang sayur. Segmen kedua terdiri dari 28 lapak bagi pedagang hasil bumi seperti umbi-umbian dan pisang. Sementara segmen ketiga sebanyak 8 lapak untuk pedagang jagung giling, pinang, tembakau, tahu, dan kerupuk,” ujar Asruddin.
Ia menambahkan, pengelompokan pedagang dilakukan berdasarkan data yang telah dihimpun oleh Dinas Perdagangan. Setelah proses pencabutan lot, para pedagang diperbolehkan langsung menempati lapak masing-masing.
“Ke depan, jumlah lapak masih akan ditambah untuk mengakomodasi pedagang eks kebakaran Pasar Kaloko,” katanya.
Dalam sambutannya, Sekda Buton La Ode Syamsudin memberikan motivasi kepada para pedagang agar tetap optimis dan semangat dalam menjalankan aktivitas perdagangan. Ia menegaskan bahwa setiap pedagang memiliki peluang rezeki yang sama.
“Rezeki itu tidak akan tertukar. Namun rezeki harus dicari dengan bekerja dan berusaha,” ujarnya.
Sekda juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sebagai modal utama dalam berusaha, khususnya bagi para pedagang yang setiap hari beraktivitas di pasar.
Selain itu, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen kuat dalam mendukung keberlangsungan aktivitas pasar dan perekonomian masyarakat. Menurutnya, Bupati dan Wakil Bupati Buton terus memantau perkembangan Pasar Kaloko meski tengah mengikuti agenda nasional di Jakarta.
“Pak Bupati sangat peduli dengan kondisi Pasar Kaloko. Beliau terus memantau dan memastikan penanganan pasar berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Sekda juga menyampaikan kebijakan pimpinan daerah yang menginstruksikan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar berkantor di wilayah Takawa mulai pukul 08.00 hingga 16.00 Wita. Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan aktivitas ekonomi di Pasarwajo, termasuk mendorong ASN berbelanja di pasar-pasar lokal.
Selain itu, Pemkab Buton meluncurkan program “Rabu Belanja” sebagai upaya mendorong perputaran ekonomi daerah.
Menutup sambutannya, Sekda menegaskan agar para pedagang menerima hasil pencabutan lot dengan lapang dada dan tidak berkecil hati terhadap posisi lapak yang diperoleh.
“Di depan atau di belakang, rezeki tidak akan tertukar. Mari kita jaga ketertiban dan kebersamaan di Pasar Kaloko,” pungkasnya.(Adm/Jaka).












